Sejarah dan Profil Persis Solo, Kebanggaan Masyarakat Surakarta

2 min read

stadion manahan solo

Persis Solo merupakan salah satu klub sepak bola Indonesia yang berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Persis Solo pertama kali berdiri pada tanggal 8 November 1923 dan didirikan oleh Sastrosaksono.

Persis Solo merupakan salah satu tim hebat yang mampu kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Mengingat tim yang berjuluk Laskar Samber Nyowo itu terakhir merasakan kompetisi tertinggi di Indonesia pada musim 2007.

Sejarah Tim Laskar Samber Nyowo (Persis Solo)

Kalau membahas mengenai sejarah Persis Solo maka tim kebanggan warga Surakarta ini memang memiliki sejarah cemerlang di masa lalu. Perlu anda ketahui bersama kalau tim kebanggan warga Surakarta ini memang salah satu raksasa sepak bola di Indonesia di musim-musim dulu.

Jadi Persis Solo ini salah satu tim yang mampu menjuarai kompetisi Perserikatan sampai 7 kali. Keperkasaan Persis Solo ini berakhir pada tahun 1940. Setelah itu Persis Solo mengalami kesulitan untuk bisa lagi bersaing dengan tim-tim papan atas sepak bola Indonesia.

Pada awalnya tim kebanggaan warga Solo ini tidak langsung menggunakan nama Persis Solo. Pertama kali klub ini menggunakan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond. Jadi ini lebih ke perserikatan sepak bola. Setelah itu Vorstenlandsche Voetbal Bond berganti nama menjadi Persis Solo pada tahun 1928.

Persis Solo ini memiliki kandang di Stadion Manahan dan didukung dengan kapasitas sampai 35.000 penonton. Kalau untuk latihan para pemain mereka menggunakan stadion Sriwedari.

Persis Solo sendiri memiliki suporter setia yang bernama Pasukan Soeporter Paling Sejati (Pasoepati). Namun Persis Solo ini sebelumnya lama menjadi fosil karena hanya bertahan di kompetisi amatir. Setelah itu pada tahun 2006 Persis Solo akhirnya kembali menemukan skuat terbaik hingga mampu promosi ke kompetisi pada level Divisi Utama.

Kompetisi 2006/2007 ini kembali meraih hasil terbaik namun belum berhasil meraih gelar juara Liga Divisi 1. Pada musim tersebut Persis Solo harus mengakui kekuatan Persebaya yang berhasil keluar sebagai juaranya. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri.

Pada tahun 2011 Persis Solo memutuskan untuk merger dengan Solo FC yang mengikuti kompetisi di Liga Primer Indonesia. Atas merger kedua klub tersebut akhirnya Persis Solo menjadi salah satu klub profesional di Indonesia.

Saat ini pihak manajemen Persis Solo selalu serius untuk bisa berbenah dan bisa kembali menuju puncak tertinggi. Salah satunya bisa promosi ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Mengingat saat ini tim dari Surakarta ini harus kembali lagi ke Liga 2 Indonesia.

Setelah tidak mampu mempertahankan diri di Liga 1 musim lalu. Tentunya pihak manajemen harus berpikir serius lagi agar musim depan Persis Solo bisa lolos Liga 1.

Artikel Terkait:

Kebudayaan Khas Solo
Tokoh nasional dari Solo

Daftar pemain Persis Solo terbaru 2020

Berikut ini daftar skuad Persis Solo yang terbaru yang akan berkompetisi di Liga 2 2020. Selengkapnya bisa simak ulasannya berikut ini:

Penjaga Gawang :

  • Ali Budi Raharjo
  • Sendri Johansah
  • Wildan Mauludin Achya

Pemain Bertahan :

  • Bruno Casimir
  • Susanto
  • M. Alaik Sobrina
  • Marko Kabiay
  • Dedi Tri Maulana
  • Andre Putra
  • Marko Kabiay
  • Joko Susilo
  • Anis Mujiono

Pemain Tengah :

  • Nanang Asripin
  • Hapidin
  • Iman Budi hernandi
  • M. Shulton Fajar
  • Oky Derry
  • Syahroni
  • Engelberd Sani
  • Yan Pieter Nasadit
  • Gufroni Al Maruf
  • Ramdani Tawainella

Pemain Depan :

  • Tri Handoko
  • Rishadi Fauzi
  • Sansan Fauzi
  • Jujan Seto
  • Rishadi Fauzi

Stadion Manahan menjadi Markas Persis Solo

Stadion Manahan Solo merupakan stadion kebanggaan dan memiliki sejarah panjang tim Persis Solo. Stadion yang ada di jalan Adi Sucipto ini merupakan salah satu stadion kebanggaan Persis Solo yang telah diresmikan pada tanggal 21 Februari 1998 oleh Presiden Soeharto.

Saat ini stadion Manahan Solo telah selesai direnovasi dalam waktu 11 bulan dan menghabiskan anggaran dana Rp 301 miliar. Setelah itu stadion ini telah diresmikan kembali oleh Presiden Joko Widodo.

Setelah menjalani renovasi, rumput yang digunakan pada stadion Manahan Solo ini merupakan rumput sepak bola yang memiliki kualitas terbaik. Tentunya semua itu disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Tidak hanya itu saja, ruang ganti para pemain Persis Solo pun sudah terlihat lebih nyaman dan lengkap. Kini sudah tersedia kolam yang digunakan untuk para pemain dan bisa berendam juga dengan air panas.

Terdapat juga locker room yang digunakan untuk para pemain dan ruang ganti dilengkapi dengan 11 kamar mandi. Ada tempat cuci muka dan tempat untuk duduk para pemain Persis Solo. Terdapat juga lapangan sintetis yang digunakan untuk pemanasan para pemain.

Terdapat kursi penonton yang lebih menarik dengan adanya model warna warni. Nah, dengan adanya tampilan tersebut membuat tampilan stadion Manahan Solo ini terlihat semakin meriah. Stadion setelah direnovasi mampu menampung sekitar 20.000 penonton.

Artikel Terkait:

Museum di Solo
Tempat horor yang ada di Solo

Pendukung Setia Laskar Samber Nyowo, Pasoepati

Ada satu nama kelompok suporter sejati yang setia untuk selalu mendukung Persis Solo yaitu Pasoepati. Dalam sejarahnya Pasoepati ini terlahir ketika ada tim Pelita Jaya yang menggunakan markas Stadion Manahan pada tahun 2000-an.

Pada tahun 2003, Pelita Jaya akhirnya hengkang dan diganti Persijatim Solo FC. Namun Pasoepati dengan Persijatim ini hanya bertahan 3 tahun. Akhirnya pada tahun 2006 Pasoepati berjanji untuk mendukung Persis Solo, tim asli dari Solo sendiri.